Showing posts with label Education. Show all posts
Showing posts with label Education. Show all posts

Sunday, November 3, 2019

LUARR BIASA...!! KONTRIBUSI YAMAHA DALAM DUNIA PENDIDIKAN

SOSIALISASI KURIKULUM SMK BINAAN YAMAHA - Kontribusi Yamaha Terhadap dunia pendidikan sangat Luar biasa. 

Yamaha menggelar kegiatan sosialisasi kurikulum yang dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2019 di SMK AL FALAH Tanjungjaya kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut sebelumnya dilaksanakan oleh Pihak Yamaha Education DDS 2 Jabar di SMK Binaan area, Cirebon, Kuningan, Bandung dan Karawang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program SMK VOKASI untuk membangun Link and Match antara SMK dengan industri. 
Dalam kegiatan ini dihadiri Bapak Doddy Nursusanto ( Koordinator After Sales DDS 2), Bapak Ari ( Kurikulum Education PT YIMM), Bapak Dodih Sutriono ( Yamaha Education DDS 2 Jabar) serta Kaprog dan Wakasek Kurikulum dari 12 SMK wilayah Garut, Tasik, Ciamis, Banjar dan Pangandaran. 
Dalam kegiatan ini Pihak Yamaha Education mensosialisasikan materi pembelajaran baru berdasarkan KI KD yang sesuai SKKNI, yang sebelumnya buku materi baru tersebut sudah dibagikan kesetiap SMK Binaan. Penyusunan materi kurikulum baru ini dilakukan oleh pihak Yamaha untuk mempermudah dan membatu para guru produktif Teknik Sepeda Motor dalam penyampaian materi terhadap peserta didiknya. Materi baru tersebut dicetak oleh pihak Yamaha jadi buku pembelajaran yang kemudian dibagikan kesemua SMK binaan grade A, B dan C. selain materi berbentuk buku, yamaha juga membagikan materi pembelajaran berupa dokumen soft file berbentuk Power Point, sehingga sangat memudahkan guru untuk menyampaikan materi dikelas dan mudah dipahami oleh peserta didik.  Kontribusi Yamaha terhadap dunia pendidikan khusus nya SMK sangat luar biasa, disamping materi, KI KD , bimbingan teknis para guru produktif juga diberikan pelatihan training dan di fasilitasi magang guru. 
#Yamahajabar
#yamahagassspooll
#sosialisasikurikulum









Tuesday, August 20, 2019

Materi Pembelajaran Memahami Prinsip Kerja Sistem Pelumasan Kelas XI Teknik Sepeda Motor

Materi Pembelajaran Memahami Prinsip Kerja Sistem Pelumasan Kelas XI Teknik Sepeda Motor - Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor materi yang kedua adalah tentang sistem pelumasan , yaitu materi KD 3.2 Memahami prinsip kerja sistem pelumasan, KD 4.2 Merawat berkala sistem pelumasan.  Pada kesempatan ini saya akan mengulas materi tentang sistem pelumasan pada mesin sepeda motor. 


Berikut ini Materi Pembelajaran Memahami Prinsip Kerja Sistem Pelumasan

A. TUJUAN SISTEM PELUMASAN

Pada saat mesin sepeda motor dalam kondisi hidup, beberapa kompponen dalam mesin bergerak dan saling bergesekan. Contohnya piston akan bergesekan dengan dinding cylinder body, Gesekan antara komponen tersebut akan menimbulkan panas, pemuaian dan keausan pada komponen mesin. Oleh karena itu sistem pelumasan sangat dibutuhkan untuk menjaga komponen mesin agar tetap bekerja dengan baik.

Tujuan dari sistem pelumasan adalah untuk membentuk lapisan oli pada bagian - bagian komponen mesin yang saling bergesekan supaya mesin tetap bekerja dengan baik dan awet.

B. FUNGSI SISTEM PELUMASAN 

Sistem pelumasan sangat penting bagi mesin, karena pelumasan merupakan sistem yang menunjang kinerja mesin bekerja dengan baik.

Berikut ini adalah fungsi sistem pelumasan :

1. Sebagai Anti Gesek / Anti - Friction Effect
Saat mesin hidup komponen mesin bergerak saling bersinggungan dan bergesekan, gesekan tersebut akan menambah beban putaran mesin dan akan menimbulkan kerusakan. Dengan adanya sistem pelumasan, gaya gesek antar komponen akan hilang karena adanya lapisan oli antara dua komponen yang saling bergesekan. sehingga lapisan oli tersebut bekerja sebagai anti gesek pada komponen mesin.

2. Sebagai Perapat / Sealing Effect
Fungsi sistem pelumasan yang kedua adalah sebagai perapat / sealing effect pada celah ring piston untuk mencegah kebocoran   kompresi. Celah antara ujung ring piston, piston dan cylinder body akan tertutup rapat oleh lapisan oli sehingga tidak akan terjadi kebocoran tekanan kompresi melalui celah tersebut. 


3. Sebagai Pembersih / Cleaning Effect
Fungsi sistem pelumasan pada mesin selanjutnya adalah berfungsi sebagai pembersih pada bagian komponen mesin, mencegah penumpukan jelaga dan karbon yang melekat pada mesin. Kandungan dalam oli mesin terdapat zat detergen yang dapat mengikat jelaga dan kotoran pada komponen mesin. 

4. Sebagai Pendingin / Cooling Effect
Fungsi sistem pelumasan selanjutnya adalah sebagai pendingin, dimana oli mesin ini bekerja menyerap panas pada komponen mesin. Oli akan meredam anas pada komponen mesin yang ditimbulkan karena proses pembakaran dan gesekan. Oli mesin yang membawa panas akan didinginkan kembali pada bagian carter atau bak oli oleh airan udara dari luar. 

5. Anti Karat / Rust - Inhibiting effect
Oli akan membentuk lapisan oli pada komponen mesin yang berfungsi untuk melindungi part dari proses korosi yang disebabkan udara, gas dan air.

6. Sebagai Bantalan / Buffer Effect
Pin piston, pin connecting rod, gear yang menahan topangan berat yang dipusatkan pada titik tertentu misalnya antara coneccting rod dan pin piston menerima pukulan pada yang cukup berat pada saat langkah usaha. Pukuluan beban berat tersebut akan menimbulkan kelelahan pada bagian  bagian logam tersebut. Fungsi lapisan oli antara pin piston dan connecting rod tersebut bekerja sebagai bantalan untuk mengurangi gaya pukul saat langkah usaha.

C. JENIS SISTEM PELUMASAN PADA MESIN 4 TAK

Jenis sistem pelumasan pada mesin 4 langkah adalah sebagai berikut :

1. Sistem Pelumasan Basah
Pada sistem pelumasan ini oli mesin berada didalam bak mesin, oli pada bak mesin disirkulasikan oleh pompa oli melalui lubang sirkulasi oli. Jenis sistem pelumasan ini banyak digunakan pada jenis sepeda motor pada umumnya, misalnya Yamaha V xion, Byson dll.

2. Sistem Pelumasan Kering
pada jenis sistem pelumaan ini, Oli mesin ditampung terpisah dalam tangki oli dan disirkulasikan dengan tekanan pompa melalui saluran yang sama dengan sistim basah. setelah melakukan pelumasan, oli kembali ke crankcase dan dialirkan kembali ke tangki oli oleh pompa. adapun kopling dan transmisi dilumasi oleh cipratan oli yang mengalir kembali ke crankcase. Contoh mesin sepeda motor yang menggunakan sistem pelumasan ini adalah Suzuki Satria FU

D. KOMPONEN SISTEM PELUMASAN 

Komponen sistem pelumasan antara lain adalah sebagai berikut : 
1. Pompa Oli
Pompa oli berfungsi untuk memompa / menekan oli mesin ke seluruh komponen  mesin melaui lubang sirkulasi oli. Pompa oli bekerja pada saat mesin hidup.

Jenis Pompa Oli : 
- Trochoid pump, Jenis pompa ini terdiri dari inner rotor dan outer rotor yang berputar dalam satu poros. putaran inner rotor lebih cepat dari pada outer rotor. 



- Gear Pump, Jenis pompa ini terdiri dari 2 gear saling bersinggungan. kedua gear tersebut berputar dengan kecepatan yang sama dalam poros yang berbeda. 

2. Filter Oli / Saringan Oli
Saringan oli / Filter Oli berfungsi untuk menyaring oli dari kotoran debu maupun partikel kecil pada mesin. 
Jenis Filter oli / Saringan oli: 
- Saringan oli Strainer, berfungi menyaring oli dari partikel kecil sebelum masuk ke pompa oli. material ini terbuat dari anyaman kawat tipis. bentuk saringan ini ada yang berbentuk segi empat dan ada juga yang berbentuk mangkok.


- Sarinagn oli Element, berfungsi menyaring oli mesin sebelum disirkulasikan kebagian komponen mesin oleh pompa oli. Bahan material sarinagn ini terbuat dari kertas 


- Saringan Oli Sentrifugal, Jenis saringan ini terdapat pada poros engkol, bekerja menyaring oli mesin dengan cara gaya sentrifugal. 


3. Lubang Sirkulasi Oli, Lubang sirkulasi adalah lubang aliran oli yang terdapat di blok mesin atau crank case dan komponen mesin. 
4. Nozle, berfungsi menyemprotkan oli ke bagian piston dan conecting rod


Terimakasih, semoga bermamfaat. 

Gudang Imajinasi


Monday, August 12, 2019

DOWNLOAD RPP MERAWAT BERKALA SISTEM PELUMASAN XI TBSM MODEL TEACHING FACTORY K 13

DOWNLOAD RPP MERAWAT BERKALA SISTEM PELUMASAN XI TBSM MODEL TEACHING FACTORY K 13 Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor untuk kelas XI Teknik dan bisnis sepeda motor, KD 3.2 dan 4.2 adalah tentang merawat berkala sistem pelumasan. untuk mendukung proses pembelajaran berjalan dengan baik maka perencanaa sebelum belajar sangatlah penting yaitu dengan menyusun RPP dengan model dan metode pembelajran yang sesuai. pada artikel ini saya akan mempublikasikan contoh perencanaan pembelajaran atau RPP untuk KD Merawat Berkala Sistem Pelumasan dengan model pembelajaran Teaching Factory.


Berikut ini adalah contoh RPP Merawat Berkala Sistem Pelumasan untuk kelas XI dengan pembelajaran TEACHING FACTORY K 13 





silahkan dowload RPP diatas jika anda memerlukannya, langsung klik dowload dibawah !

DOWNLOAD RPP MERAWAT BERKALA SISTEM PELUMASAN 

BACA JUGA : RPP Memahami Cara Kerja Sistem Pelumasan Pertemuan ke 1

Terimaksih telah mengunjungi web gudang imajinasi mudah-mudahan bermamfaat bagi anda.

Saturday, August 10, 2019

Materi Memahami Struktur Organisasi Bengkel XII TBSM / Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor

Materi Memahami Struktur Organisasi Bengkel XII TBSM / Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor  - Pada tahun pelajaran 2019/2020 terdapat mata pelajaran baru bagi program keahlian Teknik Otomotif kompetensi keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor yaitu mapel Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor. Bersadarkan struktur kurikulum TBSM terbaru 2019 alokasi waktu untuk mapel Pengelolaan Bengkel Sepeda Motor yaitu 6 JP per minggu. Pembahasan pertama berdasarkan KI KD C2 C3 TBSM 2019 tentang Memahami Struktur Organisasi Bengkel. 



BERIKUT INI ADALAH MATERI PEMBELAJARAN TENGTANG MEMAHAMI STRUKTUR ORGANISASI BENGKEL UNTUK KELAS XII TBSM.




A. PENGERTIAN STRUKTUR ORGANISASI



Struktur organisasi bengkel adalah merupakan susunan kelompok kerja / unit kerja yang terdiri dari 2 orang atau lebih dengan memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan posisi atau jabatan untuk mencapai tujuan /visi misi perusahaan. Dalam struktur organisasi tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi atau jabatan akan lebih jelas dan terorganisir dengan baik. Dalam struktur organisasi yang baik dapat menjelaskan antara tugas dan tanggung jawab yang satu dengan yang lainnya dalam hubungan kerja, siapa yang memimpin , siapa yang melapor, siapa yang bertanggung jawab dalam suatu pekerjaan. 
Dalam sebuah perusahaan bengkel struktur organisasi sangat penting, karena ini merupakan bagian dari manajemen sebagai alat untuk membangun hubungan kerja. Hubungan diantara fungsi setiap karyawan, tanggung jawab, tugas, wewenang yang berbeda dalam perusahaan. Maka setiap karyawan akan saling ketergantungan satu dengan yang lainnya dalam mencapai tujuan perusahaan. 

B. FUNGSI STRUKTUR ORGANISASI 


Peranan struktur dalam suatu organisasi sangat penting untuk menjamin perkembangan bengkel, berikut fungsi struktur organisasi dalam sebuah perusahaan bengkel : 

1. Kejelasan tanggung jawab setiap karyawan dan pimpinan dalam bengkel
Dengan adanya struktur organisasi, maka dalam perusahaan bengkel akan jelas siapa yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan apa yang jadi tanggung jawab masing-masing karyawan sesuai dengan posisinya.

2. Kejelasan kedudukan jabatan setiap karyawan
Dengan adanya struktur organisasi, maka kedudukan setiap karyawan jelas secara formal. siapa yang jadi pimpinan, siapa yang jadi bawahan, kepada siapa melapor melalui bagan dalam struktur. sehingga hal ini akan memudahkan setiap karyawan dalam berkoordinasi satu dengan yang lainnya untuk menghinari missed communication.

3. Kejelasan jalur hubungan kerja antar karyawan
Dalam bagan struktur organisasi akan terlihat jelas hubungan kerja dalam melakukan tugas dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga lebih efektif.

4. Pengendalian dan pengawasan karyawan jelas 
Adanya Struktur organisasi, maka kedudukan setiap karyawan jelas. mana atasan dan mana bawahan, sehingga pengendalian karyawan dalam perusahaan akan lebih jelas dalam pelaksanaannya. Atasan akan mudah mengkoordinasi bawahannya dan mengevaluasi kinerja bawahannya sesuai dengan jalur organisasi. Fungsi dan tanggung jawab masing-masing anggota dikendalikan dan dievaluasi oleh atasannya berdasarkan alur hubungan kerja dalam struktur organisasi.

C. LANGKAH MENYUSUN STRUKTUR ORGANISASI


Dalam membuat sebuah struktur organisasi dalam perusahaan bengkel ada bebrapa langkah yang harus diperhatikan yaitu :
- Menyusun atu merinci jenis pekerjaan yang ada dibengkel untuk mencapai tujuan bengkel
- Membagi jenis pekerjaan dalam aktivitas bengkel secara dan mengkualifikasikannya
- Mengkombinasikan pekerjaan yang sudah dikelompokan untuk dibagi - bagi pada setiap posisi     dalam organisasi
- Menetapkan mekanisme untuk koordinasi pekerjaan tiap anggota organisasi

D. STRUKTUR ORGANISASI BENGKEL

Bengkel sepeda motor adalah perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan jasa dan penjualan spare part. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemajuan perusahaan bengkel sepeda motor adalah management bengkel itu sendiri diantaranya adalah struktur organisasi bengkel. Struktur organisasi bengkel sangat penting untuk hubungan koordinasi antar karyawan. Selain itu SOP alur kerja bengkel sangat penting untuk menentukan tugas masing-masing karyawan.

Berikut ini contoh bagan struktur organisasi bengkel sepeda motor secara umum  :

STRUKTUR ORGANISASI BENGKEL


Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab bagian struktur organisasi bengkel :
1. Manager 
Fungsi : Memonitor, mengevaluasi langsung perkembangan perusahaan bengkel
Tugas  : Mengontrol, mengevaluasi semua sistem yang diterapkan dibengkel, membuat rencana pengembangan bengkel, mengembangkan SDM untuk meningkatkan kualitas kerja.
Tanggung Jawab : Menjaga kelangsungan usaha bengkel, mengembangkan usaha bengkel, mengontrol kinerja karyawan.
2. Kepala Bengkel / Service Advisor
Fungsi : Orang yang langsung berhubungan dengan konsumen untuk melayani dan menerima konsumen
Tanggung Jawab : Menjamin operasional bengkel dengan baik, Menjaga hasil kualitas kerja bawahan, mengantisipasi kebutuhan konsumen, mengevaluasi dan melaporkan kondisi bengkel pada atasan, mengkoordinsi pekerjaan.
Tugas : Melaksanakan pelayanan penerimaan konsumen dengan baik, mendiagnosa keluhan konsumen dengan baik, membuat pra WO (work order) yang sesuai dengan keluhan konsumen, melakukan pemeriksaan sepeda motor sebelum pengerjaan oleh teknisi, membuat estimasi biaya dan waktu pengerjaan, melaksanakan final check untuk mengontrol kualitas service
3. Kepala Mekanik
Fungsi : Mengkoordinator pekerjaan teknisi dengan baik
Tanggung jawab : Mengontrol pekerjaan teknisi untuk menjamin kualitas kerja teknisi
Tugas : Membagi pekerjaan terhadap mekanik, membantu pekerjaan mekanik apabila terdapat kesulitan, menyerahkan work order kepada mekanik, menyerahkan spart part yang dibutuhkan mekanik, mengefisiensikan waktu pengerjaan mekanik.
4. Admint service 
Fungsi : Mencatat administrasi bengkel dan mengelola keuangan
Tanggung jawab : Melaporkan hasil kerja harian dan bulanan bengkel
Tugas : Membuat work order / surat perintah kerja dengan benar, membuat laporan harian dan bulanan, mencatat pendapatan dan pengeluaran kas, membuat tagihan biaya pekerjaan service dan penjuakan part, membuat data base pelanggan

5. Admint spare part
Fungsi : Pengadaan stock, penjualan stock dan mengontrol stock spare part
Tanggung jawab : Melaporkan kondisi stock, pengeluaran da pengadaan stock
Tugas : Mengeluarkan stock sesuai permintaan dalam surat perintah kerja, mencata pengeluaran stock, mencatat pengadaan stock, mengontrol ketersedian stock, membuat laporan penjualan, melkukan order stock sesuai kebutuhan
6. Gudang Part
Fungsi : Menata penempatan stock, mengeluarkan stock sesuai permintaan, mengntrol stock
Tanggung Jawab : menjaga, memelihara kelengkapan ketersedian stock spare part dalam gudang
Tugas : Mengeluarkan stock sesuai surat perintah kerja dan pemesanan, mengontrol ketersediaan stock, menempatkan stock sesuai part lokasi, membuat laporan harian dan bulanan penjualan
7. Teknisi
Fungsi : Melaksanakan pekerjaan service sesuai surat perintah kerja
Tanggung jawab : Menjaga dan memelihara inventaris kelengkapan tools, menjaga kualitas kerja dengan baik, melaporkan kondisi kelengkapan toools
Tugas : Melaksanakan pelayanan service sesuai surat perintah kerja dengan baik, menggunakan peralatan sesuai fungsinya, memelihara kebersihan area kerja : pakaian, pit dan tools.

semoga bermamfaat,
terimaksih atas kunjungan anda ke web kami
gudang imajinasi.com
















Wednesday, August 7, 2019

RPP MERAWAT BERKALA SISTEM PELUMASAN MODEL TEACHING FACTORY TBSM K 13 REVISI

RPP MERAWAT BERKALA SISTEM PELUMASAN MODEL TEACHING FACTORY TBSM K 13 REVISIRencana Pelaksanaan pembelajaran Kompetensi keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor terbaru mapel Pemeliharaan mesin sepeda motor berikut ini adalah RPP lanjutan dari RPP pada pertemuan pertama, dimana pada RPP pertemuan pertama adalah memahami prinsip kerja mekanisme katup, sedangkan RPP yang berikut ini adalah RPP untuk pertemuan ke 2 dan 3. RPP dibawah ini menggunakan RPP untuk pembelajaran Teaching Factory yang sekarang sudah menjadi program pembelajaran di SMK.
Bagi rekan - rekan guru produktif TBSM  yang sedang membutuhkan RPP Mapel pemeliharaan mesin mudah-mudah ini sedikit membantu dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.


Berikut ini adalah contoh RPP Merawat berkala sistem pelumasan untuk pembelajaran model TEACHING FACTORY jurusan teknik dan bisnis sepeda motor



Baca Juga :



Bagi yang membutuhkan  file diatas silahkan klik dowload dibawah
dowload RPP Merawat Berkala Sistem Pelumasan Teaching Factory

Terimakasih sudah mengunjungi web kami, semoga bermamfaat.

gudangimanjinasi. com

Wednesday, July 31, 2019

Materi pembelajaran terbaru memahami prinsip kerja mekanisme katup Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Kelas XI

Materi Pembelajaran Terbaru Memahami Prinsip Kerja Mekanisme Katup Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Kelas XI - Mekanisme katup merupakan serangkaian komponen mesin 4 langkah yang saling berhubungan untuk menggerakan katup masuk maupun katup buang sesuai dengan watu bukaan katup. Pada artikel ini akan membahas tentang mekanisme katup pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor paket keahlian teknik dan bisnis sepeda motor.

Gambar Contoh Mekanisme Katup 


Berikut pembahasan tentang Mekanisme katup mesin 4 langkah pada Sepeda Motor

Tujuan Pembelajaran : 
a. Siswa dapat menjelaskan Prinsip Kerja Mekanisme Katup
c. Siswa dapat Menyebutkan jenis penggerak mekanisme katup
b. Siswa dapat menjelaskan nama dan fungsi komponen mekanisme katup


A. PRINSIP KERJA MEKANISME KATUP

   Mekanisme katup merupakan serangkaian komponen mesin 4 langkah yang saling berhubungan untuk menggerakan katup masuk maupun katup buang sesuai dengan watu bukaan katup. sedangkan katup adalah komponen mesin 4 langkah yang berfungsi untuk menutup dan membuka lubang sistem pemasukan campuran bahan bakar maupun sistem pembuangan sesuai waktu bukaannya. ketika mesin hidup, katup bergerak naik turun membuka dan menutup sesuai durasi waktu bukaan yang diatur oleh komponen mekanisme katup. 
    Prinsip kerja mekanisme katup adalah ketika mesin hidup putran poros engkol diteruskan ke camshaft melaui cam chain dan gear cam sprocket. cam shaft tersebut berputar untuk menggerakan rocker arm, gerakan putaran camshaft berubah menjadi gerak naik turun pada rocker arm, sehingga pada saat rocker arm turun batang klep tertekan dan menyebabkan klep terbuka. ketika posisi rocker arm naik, valve spring akan menarik kembali posisi katup ke atas, sehingga kondisi katup tertutup kembali.  gerakan naik turun rocker arm tersebut menyababkan klep intake maupun exhause terbuka dan tertutup. 
    Durasi dan waktu bukaan klep tersebut diatur oleh camshaft melalui bentuk cam. putaran camshaft dengan putaran crankshaft yang dihubungkan oleh cham chain diatur melaui perbangingan jumlah gigi pada cam sprocket. perbandingan jumlah gigi antara gigi penggerak pada crankshaft dan cam sprocket 1 : 2. sehingga ketika poros engkol berputar 1 kali, maka camshaft akan berputar 1/2 putaran.

Video Cara Kerja dan Jenis Mekanisme Katup 


B. TIPE PENGGERAK MEKANISME KATUP

Tipe penggerak mekanisme katup pada umumnya ada empat macam yaitu :
1. Side Valve (SV)

2. Over Head Cam Shaft (OHV)
Ciri pada tipe penggerak katup ini 
- Posisi camshaft berada dibawah  
- Camshaft dan rocker arm dihubungkan oleh push rod
- Tidak menggunakan rantai keteng / cam chain
.  
   Gambar penggerak katup OHV

3. Single Over Head Camshaft (SOHC)
Tipe penggerak ini banyak digunakan pada mesin sepeda motor seperti Mio, Supra series, Shogun, Jupiter Series, Yamaha R 15, Tiger, Mega Pro. Ciri penggerak katup ini adalah : 
- Putaran Crank shaft dihubungkan ke camshaft melalui rantai keteng / cam chain
- Menggunakan satu camshaft 
- Posisi camshaft berada di tengah terletak di cylinder head
- Camshaft menggerakan rocker arm yang kemudian menekan katup
    Gambar penggerak katup SOHC

4. Double Over Head Camshaft (DOHC)
Tipe penggerak katup ini banyak digunakan pada tipe motor dengan volume cylinder yang besar seperti sepeda motor Yamaha R25, CBR, Satria 4, Kawasaki NInja 250, CB 150 dll. Penggerak katup ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
- Memilik 2 camshaft dan 2 cam sprocket
- Posisi Camshaft terletak pada cylinder head
- Masing-masing katup digerakan langsung oleh camshaft
- tidak menggunakan rocker arm 
Gambar penggerak katup DOHC

C. KOMPONEN MEKANISME KATUP DAN FUNGSINYA

Rangkaian komponen mesin yang saling berhubungan untuk menggerakan dan mengatur buka tutup katup masuk dan buang sesuai durasi dan waktunya disebut mekanisme katup. Komponen - komponen yang termasuk pada mekanisme katup tersebut adalah sebagai berikut : 

1. Cam chain / Rantai keteng 
    Rantai keteng memiliki fungsi sebagai penghubung putaran dari crank shaft ke cam shaf / noken as, saat mesin hidup putaran crank shaft diteruskan oleh cam chain untuk menggerakan mekanisme katup pada cylinder head.

2. Lifter Tensioner 
    Lfter Tensioner berfungsi untuk menjaga / mempertahankan kekencangan ratai keteng, sehingga rantai keteng tetap bekerja dengan baik. Jika kondisi rantai keteng / cam chain kendor maka akan menimbulkan engine noise atau suara tidak norma pada mesin. 
3. Chain Guide / Guide Stoper 
    Chain Guide / Guide stoper berfungsi sebagai penuntun rantai keteng, sehingga gerakan rantai keteng saat bekerja tetap lurus tidak bergerak ke samping.

4. Cam Sprocket
    Cam sprocket berfungsi untuk meneruskan putaran dari crank shaft ke camshaft yang dihubungkan oleh cam chain, jumlah gigi pada cam sprocket 2 kali lebih banyak dari jumlah gigi gear penggerak pada crankshaf. 
5. Cam Shaft / Noken As
    Cam shaft / Noken As berfungsi untuk mengatur waktu bukaan katup intake maupun exhause melalui sudut cam. Ketika mesin hidup maka cam shaft berputar dan menggerakan rocker arm melaui bentuk tonjolan cam.

6. Valve Spring 
    Valve spring berfungsi untuk menarik katup keatas sehingga katup menutup dengan sempurna dan tidak terjadi kebocoran kompresi. valve spring bekerja menarik kembali posisi katup tertutup setelah posisi rocker arm brgerak keatas. 

7. Katup 
    Katup menerima tekanan dan panas yang sangat tinggi sehingga material katup harus memiliki kekuatan yang sangat tinggi. Katup pada mesin 4 tak terdiri dari katup masuk dan katup buang, fungsi katup sendiri adalah menutup dan membuka lubang pemasukan dan pembuangan berdasarkan timing yang diatur oleh camshaft. 
8. Valve Steam seal / Seal Katup 
    Valve steam seal / seal katup berfungsi untuk mencegah kebocoran oli mesin ke ruang bakar, material seal ini terbuat dari karet yang tahan panas 

9. Rocker Arm 
    Rocker arm berfungsi untuk mengubah gerak putar camshaft menjadi gerakan naik turun yang diteruskan ke katup.Rocker arm terpasang pada sebuah pin pada cylinder head. masing - masing katup masuk dan katup buang memiliki satu rocker arm. pada rocker arm terdapat valve adjusting / baud penyetel celah katup sehingga celah antara rocker arm dan ujung batang katup bisa disetel.



Terimaksih sudah mengunjungi web kami, semoga bermamfaat. 

www.gudangimajinasi.com